Lonely Or Alone
Saya percaya
manusia itu tidak bisa hidup sendirian. Manusia selalu membutuhkan bantuan
orang lain dimana pun mereka berada. Tapi manusia harus belajar untuk sendirian,
karena tak selamanya mereka akan ada.
Dulu, saya tidak
suka sendirian. Setiap hari saya selalu bermain dengan teman –teman saya.
Kebetulan saya tinggal di lingkungan banyak anak-anak sebaya yang bisa saya
ajak main kapanpun. Baik itu yang seumuran maupun yang di atas maupun dibawah saya.
Saya suka
bermain, saya suka menghabiskan waktu bersama mereka, entah itu bermain sepeda,
menangkap ikat di got, main kelereng, bulu tangkis, anything that makes us happy.
Being a child is the most enjoyable time in
my life.
But, time is rolling. Kami mulai masuk
sekolah, mempunyai teman baru, kesibukkan baru, dan minat baru. Perlahan-lahan
kami mulai saling melupakkan, lalu masa itu hanyalah menjadi kenangan untuk
disimpan.
Semakin
bertambah umur, saya merasa semakin sendirian. Orang-orang mulai menapaki
kehidupan baru mereka, mulai sibuk dengan pekerjaan mereka. Saya tahu, perasaan
ini hampir semua orang pernah merasakannya.
Kesepian.
Saya merasa sepi
walaupun ada teman yang bisa saya bagi, saya merasa sepi walaupun saya di
tengah keramaian. Terkadang saya ingin mengajak seseorang bicara, tapi terasa
canggung untuk memulai.
Dua tahun yang
lalu, adalah moment di mana saya
mulai menyadari kalau saya tidak bisa menggantungkan kebahagian saya pada orang
lain. Saya bukanlah pusat dunia mereka. Ekspektasi saya terlalu tinggi waktu itu,
hingga kekecewaan yang malah saya dapat.
Merenung, itu
yang mulai saya lakukan. Selama ini selalu terlalu sibuk mencari kebahagiaan
dengan orang lain. Padahal kebahagian itu bisa saya yang ciptakan sendiri.
Kebahagian itu dimulai dari saya bukan orang lain.
Fokus saya hanya
pada orang lain sehingga lupa untuk fokus pada diri sendiri. Bicara pada diri
sendiri.
Sejak itulah,
saya mulai tidak menggantungkan harapan pada manusia. Namun bukan bearti saya
menjauh dari mereka. Hanya, jangan berekspektasi terlalu jauh pada manusia.
Saya mulai
banyak menghabiskan waktu dengan diri saya sendiri. Berjalan-jalan sendirian, doing something makes me happy. Dengan
kesendirian itu, saya mulai mengenali diri saya sendiri. Mulai membuka diri,
mulai memahami.
Jadi, tidak apa feeling lonely, anggap itu kesempatan
itu untuk me time dengan diri kita
sendiri. Sekali-kali ajaklah diri kamu bercengkrama, tanyakan pada dia,
Sudahkah kamu bahagia hari ini?

Komentar
Posting Komentar